Tekanan utang BUMN karya makin dalam
Dua emiten konstruksi pelat merah sama-sama menghadapi tekanan utang pada hari yang sama. PEFINDO menurunkan peringkat empat obligasi dan sukuk WIKA dari idCCC ke idD setelah perseroan gagal membayar pokok dan kupon Rp1,6 triliun pada 8 September, tanda gagal bayar sudah terjadi, bukan lagi risiko. PTPP menandatangani Master Restructuring Agreement senilai Rp18,2 triliun dengan Danantara dan empat bank BUMN, memasukkan restrukturisasi ke tahap implementasi, namun PEFINDO tetap memangkas peringkat utangnya dari idBB ke idB dengan status CreditWatch negatif setelah pemegang obligasi sempat menolak usulan awal, dengan sebagian bunga baru dilunasi hingga 2041. Arahnya jelas menuju tekanan yang belum mereda di sektor konstruksi pelat merah, dan yang akan menentukan apakah tekanan ini mulai mengendur adalah apakah PTPP bisa merealisasikan pembayaran sesuai skema baru tanpa penundaan lanjutan pada tahap berikutnya.