Ekspor Baru Masih Didominasi Surat Niat
Di Trade Expo Indonesia ke-41, 25 UKM binaan kampus mencatat potensi transaksi US$22,56 juta, tapi US$21,46 juta dari jumlah itu masih berbentuk surat niat beli, belum kontrak pasti. Pola serupa terjadi pada 14 produsen pangan yang meneken MoU dan LoI senilai US$25,2 juta dengan importir dari lima negara. Secara keseluruhan, 25 perjanjian dagang yang sudah berjalan kini menutup 72,34 persen nilai ekspor Indonesia 2025, sementara dua perjanjian lain menunggu pengesahan dan 13 masih dirundingkan. Pola ini berbeda dengan data ekspor nasional yang justru sudah naik enam periode beruntun ke US$26,6 miliar pada Agustus 2026, dengan neraca dagang naik ke US$3,55 miliar, menunjukkan momentum ekspor saat ini masih ditopang aktivitas yang sudah berjalan, bukan kesepakatan baru dari pameran. Yang akan menentukan apakah capaian TEI kali ini menambah volume ekspor adalah laporan realisasi LoI menjadi kontrak jual beli yang biasanya dirilis Kemendag beberapa bulan setelah pameran selesai.