Tekanan Utang BUMN Karya Terus Memburuk
Tekanan utang di lingkaran BUMN Karya belum reda. WSBP gagal membayar kupon ke-8 dua seri obligasi yang jatuh tempo 25 September, membuat PEFINDO menurunkan prospek peringkatnya dari Stabil ke Negatif, sementara ekuitasnya sudah minus Rp2,26 triliun per Juni. Skema konversi utang menjadi saham yang akan dimintakan restu lewat RUPSLB 2 Oktober pun membengkak, dari maksimal 33,71 miliar menjadi 33,83 miliar lembar saham seri C senilai hingga Rp4,33 triliun. Di kelompok yang sama, ADCP, anak usaha Adhi Karya, melaporkan penundaan kupon obligasi hingga awal 2027 disertai penurunan peringkat, tanda kas operasional belum pulih meski suspensi sahamnya sudah berjalan sejak pertengahan tahun. Arahnya masih konsisten dengan tekanan yang terlihat sehari sebelumnya, yaitu memburuk, dan yang akan menentukan apakah tren ini mereda adalah hasil RUPSLB WSBP 2 Oktober serta realisasi pembayaran kupon ADCP berikutnya.