BUMN karya kembali tertekan likuiditas
WIKA gagal membayar pokok, bunga obligasi, dan bagi hasil sukuk mudharabah yang jatuh tempo 8 September, membuat BEI memperpanjang suspensi sahamnya. Di hari yang berdekatan, PEFINDO merevisi prospek peringkat WSBP dari stabil menjadi negatif karena likuiditas melemah, meski peringkat idB-nya dipertahankan, sementara ADHI melaporkan pendapatan semester pertama turun dengan laba bersih hanya Rp8,49 miliar, angka yang oleh manajemen sendiri disebut perlu 'penyehatan keuangan'. Pola ini menyambung benang kemarin soal jarak korporasi besar dan kecil yang kian lebar, sebab di saat bersamaan BNI membukukan kredit tumbuh 24 persen dengan laba Rp10,8 triliun, dan BAFI maupun Bank KB Indonesia melunasi obligasi masing-masing Rp458 miliar dan Rp1,14 triliun tepat waktu. Arahnya condong memburuk untuk klaster BUMN karya, dan yang paling menentukan berikutnya adalah apakah WIKA bisa menuntaskan pembayaran susulan setelah suspensi diperpanjang BEI.