Alat berat dan pembiayaan tambang mengerem
United Tractors mencatat laba bersih anjlok 88 persen menjadi Rp956 miliar dan pendapatan turun 15 persen, terbebani impairment geotermal Rp2,76 triliun. Astra menegaskan laba bersih semester satu turun 19 persen, dengan laba inti turun 7 persen, akibat pelemahan bisnis pertambangan dan alat berat. HDFA melaporkan pembiayaan baru anjlok 41,4 persen karena kehati-hatian di sektor tambang dan perkebunan yang mendominasi portofolionya. Namun Bukit Asam mencatat laba melonjak 218 persen menjadi Rp2,64 triliun, tanda tekanan ini lebih terasa di sisi alat berat dan pembiayaan ketimbang di harga komoditas batu bara itu sendiri. Yang akan menguatkan atau mematahkan pola ini adalah laporan kinerja kuartal tiga 2026 dari United Tractors dan realisasi belanja modal tambang yang tengah didorong Kadin ESDM untuk lebih hati-hati.