Pengawasan bursa ke emiten kecil makin ketat
Sederet emiten kecil kena sorotan Bursa Efek Indonesia hari ini. MOLI, BCIC, dan MBAP melaporkan porsi saham beredar bebas mereka masih jauh di bawah syarat minimum 15 persen, masing-masing baru mendapat kelonggaran waktu hingga Maret 2029, mencatat 13,74 persen, dan 9,7 persen. Di saat sama, PACK resmi masuk daftar pemantauan khusus mulai 17 September setelah kena suspensi lebih dari sehari, sementara VICI dan AKKU sama-sama menggelar public expose pasca suspensi, dengan AKKU mencatat rugi yang melonjak lebih dari tiga kali lipat pada semester I 2026. Bursa juga menjatuhkan peringatan tertulis kedua kepada REFI dan denda Rp50 juta kepada MREI karena telat menyampaikan laporan keuangan interim, sementara Fitch menurunkan peringkat Pos Indonesia ke C(idn) setelah gagal bayar imbalan ijarah Rp1,9 triliun. Pola ini melanjutkan arah dari edisi kemarin, ketika gejolak saham kecil dan pengetatan pengawasan bursa sudah mulai terlihat, dan hari ini cakupannya melebar ke lebih banyak emiten dan jenis pelanggaran. Yang akan menguatkan arah ini adalah apakah jumlah emiten yang masuk pemantauan khusus atau kena sanksi keterlambatan terus bertambah pada pekan-pekan mendatang.