Kamis, 24 September 2026 · 05.55 WIB
IHSG 6.374,91 ▼0,15% USD/IDR 17.798 ▼0,27% Emas (spot) Rp2.455rb ▼0,28%
Signal Harian · edisi arsip

Pengawasan Emiten Kecil Menajam, Ekspor Digenjot di Tengah Kebocoran

Rabu, 16 September 2026 · dirangkai dari 65 berita

Bursa memperketat sorotan ke emiten kecil lewat sanksi dan status pemantauan baru, sementara pemerintah mempercepat pembukaan pasar ekspor baru justru di saat temuan kebocoran penerimaan ekspor Rp15 triliun mencuat.

01

Pengawasan bursa ke emiten kecil makin ketat

Sederet emiten kecil kena sorotan Bursa Efek Indonesia hari ini. MOLI, BCIC, dan MBAP melaporkan porsi saham beredar bebas mereka masih jauh di bawah syarat minimum 15 persen, masing-masing baru mendapat kelonggaran waktu hingga Maret 2029, mencatat 13,74 persen, dan 9,7 persen. Di saat sama, PACK resmi masuk daftar pemantauan khusus mulai 17 September setelah kena suspensi lebih dari sehari, sementara VICI dan AKKU sama-sama menggelar public expose pasca suspensi, dengan AKKU mencatat rugi yang melonjak lebih dari tiga kali lipat pada semester I 2026. Bursa juga menjatuhkan peringatan tertulis kedua kepada REFI dan denda Rp50 juta kepada MREI karena telat menyampaikan laporan keuangan interim, sementara Fitch menurunkan peringkat Pos Indonesia ke C(idn) setelah gagal bayar imbalan ijarah Rp1,9 triliun. Pola ini melanjutkan arah dari edisi kemarin, ketika gejolak saham kecil dan pengetatan pengawasan bursa sudah mulai terlihat, dan hari ini cakupannya melebar ke lebih banyak emiten dan jenis pelanggaran. Yang akan menguatkan arah ini adalah apakah jumlah emiten yang masuk pemantauan khusus atau kena sanksi keterlambatan terus bertambah pada pekan-pekan mendatang.

02

Ekspansi pasar ekspor di tengah temuan kebocoran

Pemerintah mempercepat pembukaan akses pasar ekspor baru dalam beberapa hari terakhir. Perjanjian dagang preferensial ICA-CEPA dengan Kanada ditargetkan berlaku penuh akhir 2026, dengan proyeksi nilai ekspor Indonesia ke Kanada mencapai US$11,8 miliar pada 2030 setelah Kanada memangkas tarif untuk lebih dari 90 persen kategori produk asal Indonesia. Indonesia dan Tiongkok juga meneken MoU investasi baru Rp51 triliun untuk kawasan industri Two Countries Twin Parks, membuat total komitmen sejak program ini berjalan mencapai Rp88,1 triliun, sementara perundingan dagang preferensial dengan Sri Lanka yang sempat mandek sejak Juli 2024 didorong lanjut ke putaran ketiga. Di tengah upaya ekspansi ini, Presiden Prabowo Subianto mengungkap temuan kebocoran penerimaan ekspor senilai Rp15 triliun yang terkumpul selama 34 tahun akibat pelaporan nilai ekspor yang lebih rendah dari kondisi sebenarnya. Arah kebijakannya sudah jelas menuju perluasan pasar tujuan ekspor lewat sejumlah perjanjian dagang, dan yang akan menjadi ukuran nyata adalah apakah ICA-CEPA benar-benar berlaku penuh sesuai target akhir 2026.

03

Belanja energi diarahkan ke infrastruktur dasar

Sejumlah keputusan di sektor energi hari ini mengarah ke penguatan infrastruktur dasar dan produksi hulu dalam negeri. Komisi XII DPR menyetujui pagu anggaran ESDM 2027 senilai Rp27,37 triliun, dengan porsi terbesar, Rp22,51 triliun, dialokasikan untuk jaringan listrik desa dan gas rumah tangga, termasuk program bantuan pasang listrik bagi 400 ribu rumah tangga dengan anggaran Rp949 miliar. Di sisi hulu, Kementerian ESDM memaparkan target menaikkan produksi minyak nasional dari sekitar 600 ribu menjadi 1 juta barel per hari sembari menawarkan 118 wilayah kerja migas baru, dan PT Pertamina Hulu Rokan meneken kontrak bagi hasil pertama untuk pengembangan migas non konvensional di Zona Rokan. Ketiganya menunjukkan arah yang sama, yaitu belanja dan kontrak konkret diarahkan memperkuat ketahanan energi dan pemerataan akses listrik, bukan sekadar wacana. Yang akan menguatkan arah ini adalah realisasi penyerapan anggaran Rp22,51 triliun untuk listrik desa dan gas rumah tangga sepanjang 2027, mengingat target barunya adalah 400 ribu rumah tangga penerima.

Yang paling menentukan ke depan adalah apakah cakupan pengawasan Bursa ke emiten kecil terus melebar, dan apakah implementasi ICA-CEPA serta realisasi anggaran energi 2027 mulai menunjukkan angka konkret di lapangan.

Artikel yang dirangkum edisi ini

Buka edisi terbaru →