Jalur Pendanaan Korporasi Makin Terbelah
Jurang akses pendanaan antara emiten kuat dan lemah terlihat jelas hari ini. PTPP disuspensi Bursa Efek Indonesia sejak Senin pagi setelah gagal membayar bunga obligasi dan sukuk yang jatuh tempo 2 Oktober, sedangkan pencabutan gugatan PKPU dari dua kreditur proyek Jambi tidak menyentuh masalah utama itu. Pada hari yang sama, Chandra Asri Pacific (TPIA) menyatakan sudah menyiapkan Rp266,95 miliar dan Astra Sedaya Finance (ASDF) menyiapkan Rp304,5 miliar untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo bulan ini, sementara BAFI justru menerbitkan obligasi baru Rp902,26 miliar dengan rating AAA dari Fitch dan Pefindo. Di jalur saham, pola serupa terlihat, APEX mengonversi utang US$4,1 juta menjadi 218 juta saham baru setelah tiga kali perpanjangan fasilitas pinjaman, sementara serapan rights issue BAJA baru 247.823 dari jatah 900 juta saham. Arahnya sudah terlihat, akses pendanaan mengetat lebih dulu dan lebih keras bagi emiten dengan rekam jejak kredit yang goyah, sementara emiten berperingkat kuat tetap lancar mendapat dana baru. Hal yang akan menguatkan atau mematahkan arah ini adalah apakah PTPP mampu melunasi kewajibannya dalam masa tenggang sebelum berubah menjadi default penuh.