Tekanan Utang BUMN Karya Melebar
Dalam sepekan terakhir, tekanan utang di perusahaan konstruksi pelat merah terus menumpuk. RUPSU sukuk WIKA dua kali gagal mengambil keputusan pada 21 Oktober, pertama karena suara setuju penyelesaian bagi hasil ke-14 dan ke-15 hanya 48,2 persen, lalu usulan penjadwalan ulang bagi hasil ke-22 dan ke-23 ditolak 71,4 persen suara, keduanya jauh dari syarat 75 persen. PTPP bahkan sudah gagal membayar bunga obligasi dan bagi hasil sukuk yang jatuh tempo 22 Oktober, sehingga BEI melanjutkan suspensi sahamnya dengan alasan eksplisit soal kelangsungan usaha. ADHI masih mencatat laba bersih yang melonjak tiga kali lipat jadi Rp15,34 miliar, tapi arus kas operasinya berbalik negatif dan kas perusahaan menyusut separuh. Arahnya sudah terlihat jelas memburuk di sektor ini, yang akan menegaskannya adalah apakah WIKA berhasil menjadwalkan ulang RUPSU berikutnya atau PTPP bisa melunasi kupon susulan sebelum jatuh ke status gagal bayar penuh.