Rupiah dan IHSG Tertekan Jelang Keputusan BI
Rupiah tertekan beruntun, sempat melemah ke Rp17.847 per dolar AS akibat harga minyak dunia di atas US$100 per barel karena gejolak Timur Tengah, kebutuhan dolar importir, dan dana asing yang keluar dari saham serta obligasi, lalu sempat pula melemah ke Rp17.783 usai The Fed menaikkan suku bunga ke 3,75-4,0 persen, sebelum berada di Rp17.808 hari ini. IHSG ikut melemah 0,88 persen ke 6.384,72 hari ini, dengan 354 saham turun berbanding 280 saham naik dan nilai transaksi Rp11,77 triliun, investor menahan diri menjelang keputusan suku bunga BI pekan ini. Di saat sama, rasio kredit terhadap simpanan perbankan naik ke 88,38 persen pada Juli 2026, tanda bantalan likuiditas bank kian menipis meski OJK menyebut secara industri belum mengkhawatirkan. Pelaku pasar condong memperkirakan BI menahan suku bunga acuan pekan ini meski tekanan eksternal berlanjut, dan yang akan menguatkan atau mematahkan arah ini adalah hasil resmi Rapat Dewan Gubernur BI pekan ini.