Rupiah dan Pasar Saham Tertekan Meski Bunga Ditahan
Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75 persen, memilih menahan bunga sembari memperluas insentif menjaga rupiah, di tengah inflasi tahunan Agustus yang naik ke 3,19 persen dan kenaikan bunga acuan Amerika Serikat yang membuat rupiah sempat melemah 0,78 persen ke Rp17.855 per dolar AS. Tekanan serupa terlihat di pasar saham, investor asing mencatat penjualan bersih Rp335,80 miliar pada sesi pertama perdagangan Rabu, meski IHSG sempat menguat 0,64 persen ke 6.317,46 ditopang pembelian domestik sebelum berakhir di kisaran 6.374,91, turun tipis 0,15 persen. Arah yang terlihat adalah tekanan eksternal terhadap rupiah dan keluarnya dana asing masih berlanjut, sementara Bank Indonesia memilih instrumen non-bunga ketimbang menaikkan BI-Rate untuk meredamnya. Yang akan menegaskan apakah tekanan ini mereda atau menetap adalah data aliran modal asing pekan berikutnya dan arah suku bunga The Fed selanjutnya.