Pertumbuhan Ekonomi Ditopang Konsumsi dan Dagang
Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 tercatat 5,29 persen, didorong konsumsi rumah tangga yang tumbuh di atas 5 persen dan bergeser ke belanja daring, dengan 17 provinsi mencatat pertumbuhan di atas rata-rata nasional pada semester I 2026. Di sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran turun ke 4,65 persen, mendekati rekor terendah sejak 1994, saat angkatan kerja mencapai 155,41 juta orang. Di sisi dagang, nilai perdagangan RI-AS Januari-Agustus 2026 naik 11,82 persen jadi US$32,34 miliar, sementara investasi AS di Indonesia sembilan bulan pertama 2026 sudah tembus US$3,4 miliar, melampaui catatan sepanjang 2025. Tiga angka ini bertemu di satu arah yang sama, konsumsi domestik, penyerapan tenaga kerja, dan permintaan luar negeri yang sama-sama menguat. Arahnya sudah jelas, dan yang akan menguatkan atau mematahkannya adalah rilis pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 serta data inflasi Oktober dari BPS awal November.