Utang naik lebih cepat dari kas yang masuk
Beberapa emiten mencatat kenaikan pendapatan dan laba kuartal III 2026, tetapi sumbernya makin bergantung pada utang baru, bukan kas dari bisnis inti. NPGF membukukan kenaikan laba, namun utang bank jangka pendeknya melonjak 87,9 persen sementara arus kas operasinya negatif Rp88,54 miliar. KBLI mencatat liabilitas naik 116,38 persen jadi Rp960,3 miliar meski penjualan dan laba tumbuh dua digit, dengan arus kas operasi yang juga negatif. Pola serupa terlihat di ADMR, yang utang banknya naik ke US$1,16 miliar untuk membiayai smelter aluminium dengan arus kas operasi masih negatif, serta di SICO, yang utang banknya melonjak 151 persen jadi Rp28,13 miliar sementara laba justru turun 26 persen. Ini melanjutkan pola yang sudah tampak Jumat lalu, ketika beban bunga mulai menggerus laba, dan kini gejalanya meluas ke arus kas operasional yang ikut negatif di berbagai sektor.